Kenapa Cabai Rawit Tetangga Lebih Subur dan Minim Penyakit? Ternyata Rahasianya Ada di Olah Lahan Sebelum Tanam
Karlina Indah / 05 Jun 2026
Banyak petani pemula lebih fokus mencari pupuk terbaik, pestisida paling ampuh, atau varietas cabai yang sedang populer. Padahal, menurut banyak petani berpengalaman, termasuk A Ronron dari Kabupaten Bandung yang dikenal melalui akun TikTok diajarngebon, keberhasilan budidaya cabai justru dimulai dari satu hal yang sering dianggap sepele yaitu olah lahan. Tidak sedikit yang menganggap proses olah lahan terlalu ribet, memakan waktu, dan membutuhkan biaya tambahan. Namun kenyataannya, lahan yang dipersiapkan dengan baik menjadi faktor terbesar yang menentukan pertumbuhan akar, kesehatan tanaman, hingga hasil panen. A Ronron sendiri mengaku bahwa tanaman yang sedang dibudidayakannya saat ini merupakan tanaman kedua. Pengalaman bertani membuatnya memiliki satu pesan sederhana "Jangan pernah bertani cabai rawit, soalnya bikin ketagihan." Kalimat tersebut memang terdengar seperti candaan, tetapi ada benarnya. Ketika melihat tanaman tumbuh sehat dan panen melimpah, semangat untuk menanam lagi memang sulit dihentikan.
Setiap daerah memiliki karakter cuaca yang berbeda. Di Kabupaten Bandung, kondisi cuaca tergolong cukup ekstrem. Pagi hingga siang hari cuaca bisa terasa sangat panas. Namun memasuki siang hingga sore, hujan deras disertai angin kerap datang tanpa diduga. Bahkan menurut A Ronron, kendala terbesar yang dihadapi bukan hanya hujan, melainkan angin kencang. Kondisi seperti ini membuat tanaman cabai membutuhkan sistem perakaran yang kuat dan lingkungan tanah yang sehat agar mampu bertahan menghadapi perubahan cuaca yang drastis. Karena itulah persiapan lahan menjadi prioritas utama sebelum tanam. Bedengan besar dan tinggi menjadi salah satu aspek yang wajib dilakukan petani. Ukuran bedengan yang digunakan yaitu Lebar 120 cm dan Tinggi 60 cm. Bedengan tinggi memiliki beberapa keuntungan seperti :
- Drainase lebih baik saat hujan deras.
- Akar mendapatkan ruang tumbuh lebih luas.
- Risiko genangan air berkurang.
- Struktur tanah lebih gembur.
- Perkembangan akar menjadi lebih maksimal.
Tahapan Olah Lahan Ala A Ronron
Menurut A Ronron, rahasia utama bukan terletak pada banyaknya pupuk yang diberikan, tetapi pada urutan dan cara pemberiannya. Berikut urutan olah lahan yang bisa Sobat Mitra Bertani ikuti:
1. Dolomit ditabur lalu di aduk menggunakan cultivator. Dolomit berfungsi untuk: menetralkan pH tanah, menambah unsur kalsium (Ca), menambah unsur magnesium (Mg), membantu akar menyerap unsur hara lebih optimal.
2. Membuat setengah bedengan dan menambahkan pupuk kandang. Setelah bedengan mulai terbentuk, dilakukan pemberian pupuk kandang ayam mentah sebanyak kurang lebih 125 karung.Banyak petani saat ini mulai mengurangi penggunaan pupuk kandang karena dianggap kurang praktis dan berbahaya bagi tanaman. Padahal menurut A Ronron, pupuk kandang memiliki fungsi yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh pupuk kimia. Pupuk kandang membantu memperbaiki struktur tanah, menambah bahan organic, meningkatkan aktivitas mikroorganisme, membuat tanah lebih gembur dan menyimpan air dan unsur hara lebih baik. Menurutnya, yang perlu diperbaiki bukan keberadaan pupuk kandangnya, melainkan cara pemberiannya.
3. Fermentasi Menggunakan M21 dan Probiotik Isaru. Setelah pupuk kandang masuk ke lahan, dilakukan aplikasi M21 dan pupuk probiotik Isaru. Bahan tersebut difermentasikan terlebih dahulu sebelum dikocorkan ke lahan. Tujuannya adalah mempercepat penguraian bahan organic, menekan pertumbuhan mikroba merugikan, meningkatkan populasi mikroorganisme baik dan membantu menciptakan tanah yang lebih hidup.
4. Menambahkan Pupuk Dasar Kimia. Setelah pupuk kandang disiram dengan decomposer dan ditutup kembali dengan lapisan tanah tipis, langkah berikutnya adalah pemberian pupuk dasar berupa Fertiphos 50 kg, KCl 50 kg dan Probiotik Isaru 50 kg. Pupuk dasar ini berfungsi sebagai sumber unsur hara awal yang akan digunakan tanaman saat mulai tumbuh. Fosfor dari Fertiphos membantu pembentukan akar, sementara kalium dari KCl berperan dalam memperkuat tanaman dan meningkatkan daya tahan terhadap cekaman lingkungan.
5. Pemasangan mulsa dan pendiaman lahan. Setelah semua bahan disebar dan bedengan sudah jadi langkah selanjutnya yaitu pemasangan mulsa dan pendiaman lahan selama 6 minggu. Mengapa harus pendiaman lahan? Karena selama masa tersebut terjadi berbagai proses penting di dalam tanah, seperti:
- Fermentasi bahan organik.
- Penyesuaian suhu tanah.
- Aktivitas mikroorganisme meningkat.
- Unsur hara mulai tersedia secara bertahap.
Persiapan menjelang tanam
Setelah bedengan selesai dibuat, pupuk dasar diaplikasikan, dan lahan didiamkan selama kurang lebih enam minggu, tahap berikutnya adalah persiapan menjelang tanam. Menurut A Ronron, fase ini tidak boleh dianggap sepele karena menjadi penentu keberhasilan tanaman pada awal pertumbuhannya. Tiga hari sebelum tanam, lahan dikocor menggunakan asam humat. Asam humat berperan dalam meningkatkan kualitas tanah dengan memperbaiki struktur tanah, membantu ketersediaan dan penyerapan unsur hara, serta merangsang pertumbuhan akar. Selain itu, asam humat juga mampu meningkatkan kapasitas tukar kation tanah sehingga unsur hara tidak mudah hilang dan dapat dimanfaatkan tanaman secara lebih optimal.
Saat proses tanam dilakukan, A Ronron juga menambahkan mikoriza pada setiap lubang tanam. Mikoriza merupakan jamur menguntungkan yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman. Kehadiran mikoriza membantu memperluas area penyerapan akar sehingga tanaman mampu menjangkau air dan unsur hara yang lebih banyak dibandingkan akar tanpa mikoriza. Selain membantu penyerapan fosfor, mikoriza juga dikenal mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan, stres lingkungan, dan berbagai kondisi yang kurang menguntungkan. Dengan sistem perakaran yang lebih kuat dan sehat sejak awal, pertumbuhan tanaman menjadi lebih seragam dan lebih siap menghadapi tantangan selama masa budidaya.
Untuk pola tanam, A Ronron menggunakan sistem dua lajur zigzag dengan jarak tanam sekitar 60 cm antar lubang dan setiap lubang diisi dua tanaman. Sistem ini dipilih karena mampu memaksimalkan penggunaan lahan tanpa mengorbankan kebutuhan cahaya dan sirkulasi udara. Pola tanam zigzag membuat sinar matahari dapat masuk lebih merata ke seluruh bagian tanaman sehingga pertumbuhan lebih seragam. Selain itu, aliran udara di antara tanaman tetap lancar sehingga kelembapan tidak terlalu tinggi. Kondisi ini sangat penting dalam budidaya cabai karena lingkungan yang terlalu lembap sering menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit.
Dari seluruh rangkaian budidaya yang dilakukan, ada satu pelajaran penting yang selalu ditekankan oleh A Ronron, yaitu fokus pada hal-hal yang tidak terlihat. Banyak petani lebih memperhatikan kondisi tanaman di atas permukaan tanah, seperti daun yang hijau, batang yang besar, atau buah yang lebat. Padahal, keberhasilan tanaman sebenarnya dimulai dari apa yang terjadi di bawah tanah. Akar yang sehat, mikroorganisme yang aktif, kandungan bahan organik yang cukup, serta struktur tanah yang gembur merupakan fondasi utama yang menentukan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Ketika kondisi tanah sudah baik sejak awal, tanaman akan lebih kuat, lebih tahan terhadap serangan penyakit, dan mampu menghasilkan panen yang lebih maksimal. Itulah sebabnya A Ronron meyakini bahwa hasil panen yang besar tidak dimulai dari pupuk atau pestisida yang mahal, melainkan dari keseriusan dalam mempersiapkan lahan sebagai rumah terbaik bagi akar tanaman.
Cari
KATEGORI : |
|---|
| Berita Inspirasi |
| Solusi Masalah |
| Kiat Pertanian |
| Pengetahuan |
Rekomendasi Produk : |
|---|
| POWERSOIL |
Tags : |
|---|
Rekomendasi Produk : |
|---|
| POWERSOIL |