Penangkal Resiko Kegagalan Budidaya Tanaman Pare dengan Pola Tanam yang Benar
Angga Syarief / 02 Dec 2022
Pare atau paria yang mempunyai nama latin Momordica Charantia L. adalah tanaman sayur dengan morfologi buah lonjong memanjang, bergerigi serta akrab dengan lidah kita dengan rasa pahitnya. Tapi jangan salah, dibalik rasa pahit tersebut terdapat banyak manfaat bagi tubuh kita, seperti penangkal radikal bebas, membuat kulit lebih sehat, mejaga kesehatan mata, dan mengendalikan gula darah. Tetapi tidak semua orang bisa mengkonsumsi buah pare, pasalnya orang yang mempunyai riwayat penyakit hati dan ginjal pantangan mengkonsumsi buah pahit satu ini karena ketika mengkonsumsi pare akan sulit dicerna sehingga efeknya akan membuat kembung.
Tahukah sahabat petani semua, penyebab rasa pahit dari pare? rasa pahit pada buah pare ini berasal dari senyawa alkaloid momordisin, yang termasuk ke dalam suku Cucurbitacea. Dimana termasuk kategori buah yang tumbuh merambat dan mempunyai kandungan air didalam buah yang cukup tinggi. Tanaman yang tumbuh dengan merambat biasa dikenal sebagai tanaman sulur. Sulur adalah bagian tumbuhan yang berbentuk spiral yang mempunyai kemampuan membelit benda yang disentuhnya, sulur berfungsi sebagai menopang tumbuhan agar dapat naik keatas (Tjitrosoepomo, 2007). Sulur berasal dari modifikasi organ tumbuhan seperti batang dan daun. Selain itu karakteristik dari tanaman yang berjenis sulur butuh tempat tumbuh yang mempunyai tingkat kelembapan sedang, tidak bisa hidup ditempat yang terlalu banyak air dan juga tidak dengan kurang air, jadi seimbang. Berarti, dari salah satu karakteristik yang kami sebutkan tadi, tanaman pare ini tergolong tanaman yang rakus akan sinar matahari dan pemupukan.
Kami sering mendapatkan beberapa pertanyaan dari sahabat petani semua terkait budidaya tanaman pare. Kami juga sering menjumpai dilapangan langsung, petani banyak yang berkeluh kesah tanaman parenya hasil panen kurang memuaskan. Nah pada kesempatan ini, kami akan mengulas cara berbudidaya tanaman pare mulai dari beberapa kiat yang harus diperhatikan. Apa saja kiatnya? Mari belajar bersama kami :
Tentang lahan
Beberapa bulan silam, kami berkunjung disalah satu lahan yang mempunyai ketinggian sekitar 400 MDPL, termasuk kategori dataran menengah. Lokasi tepatnya berada di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Di lahan yang kami kunjungi, dalam satu petak sawah terdapat dua varietas pare yaitu varietas KAPTEN 40 dan TANJUNG 11.
Karakteristik varietas
Menanam dua varietas sekaligus, pastinya bertujuan sebagai pembanding. Masing-masing varietas tentunya mempunyai karakteristiknya sendiri-sendiri.
- Kapten 40
- Panjang buah sekitar 30-35 cm
- Warna hijau terang
- Potensi hasil 25-35 ton/Ha
- Gerigi permukaan buah lebih besar dan rapi
- Tanjung 11
- Panjang buah 35-38 cm
- Warna hijau gelap
- Bobot buah 300-500 gr
- Gerigi permukaan buah tidak beraturan
Sekilas hampir mempunyai karakteristik yang sama mulai dari produktivitas tanaman, panjang buah, dan bobot buah. Perbedaan yang menonjol ada pada di warna buahnya dan gerigi permukaan tanaman.
Pola tanam
Dalam berbudidaya tanaman, faktor keberhasilan salah satunya adalah dengan memperhatikan pola tanam baik itu dimulai dari persiapan lahan, inovasi tanam, pemupukan, dan nutrisi.
- Persiapan lahan
Lahan yang baik untuk tumbuh optimal tanaman pare adalah lahan pertama, lahan setelah tanam padi. Lahan setelah ditanam padi akan lebih aman karena tanaman padi bersifat sebagai pencuci tanah. Menghilangkan mikroorganisme yang tidak baik didalam tanah.
- Pembuatan bedengan
Musim penghujan dengan debit air yang mengguyur tanaman bisa membuat tingkat kelembapan meningkat. Pare termasuk tanaman sulur, butuh akan air tapi tidak bisa juga terkena air berlebih (menggenang). Tergolong ke dalam suku cucurbitacea, identik didalam buah mempunyai kandungan air yang cukup tinggi. Antisipasi dimusim penghujan, langkah amannya adalah dengan pembuatan bedengan yang tinggi sekitar 60-80cm dan lebar sekitar 120 cm. Dengan ketinggian atau lebar yang kami sebutkan tadi akan lebih aman ketika musim penghujan. Meski sudah merekayasa sistem perairannya sebaik mungkin, saran kami lebih baik melakukan antisipasi. Biasanya, musim penghujan air akan menggenang.
- Perempelan
Rempel atau pangkas tunas anakan bagian bawah. Langkah ini biasa dilukakan petani, terutama tanaman sulur seperti pare. Terdapat berbagai manfaat melakukan perempelan, pertama adalah memaksimalkan pertumbuhan buah bagian atas. Terlalu banyak tunas anakan yang disisakan, maka nutrisi yang dibutuhkan juga akan semakin banyak. Nutrisi yang diserap dari bawah akan mampir ke tunas anakan terlebih dahulu. Memang secara kuantitas akan lebih banyak, tetapi biasanya secara kualitas buahnya banyak yang bengkok atau kerdil. Jadi perempelan adalah salah satu cara alternatif memaksimalkan kualitas buah.
Kedua adalah sirkulasi udara lebih lancar dan intensitas cahaya matahari yang masuk lebih optimal. Melakukan perempelan ini juga akan mempermudahkan tanaman berfotosisntesis. Stomata letaknya ada dibagian bawah daun, sedangkan fungsi stomata itu seperti mulut tempatnya masuknya sinar matahari dimana kemudian mengubahnya menjadi sumber makanan berupa gula dan oksigen. Jadi bila tanaman tidak dilakukan perempelan akan menjadi rimbun antar cabang akan bersentuhan. Sehingga akan pengap dan menghambat proses fotosintesis tanaman. Selain itu juga menyebabkan kelembapan menjadi tinggi, resikonya bisa membuat tumbuh jamur patogen.Waktu perempelan tidak ada patokannya, bila tanaman pare sudah mulai muncul tunas anakan atau memulai merambat bisa langsung dilakukan rempel secara berkala.
- Para-para
Para-para adalah berupa tali penghubung antar bedengan bagian atas sebagai tempat merambat tanaman. keunggulan dibuatnya para-para pada tanaman pare adalah memaksimalkan kualitas buah. Bentuk buah akan lebih lonjong tidak bengkok dan kerdil. Sulur akan digiring merambat ke para-para sehingga potensi bakal buah terkena sinar matahari lebih maksimal. Secara tidak langsung, potensi keberhasilan panen akan naik sebab secara kualitas maupun kuantitas juga baik.
- Pemberian nutrisi
Pada lahan yang kami kunjungi terlihat kondisi buahnya ada beberapa yang bengkok dan kerdil. Menurut kami penyebabnya bisa antara kurang nutrisi dan terlambatnya pemberian nutrisi. Fase generatif, adalah fase dimana tanaman membutuhkan nutrisi secara besar-besaran. Jadi pengaplikasian nutrisi via spray menggunakan unsur phospat,kalium dan boron sangat penting “KALINET”. Mengapa? Karena perpaduan tiga unsur ini selain penunjang produktivitas tanaman supaya tinggi juga memperpanjang umur produksi tanaman. Pengaplikasian secara rutin tidak masalah, umumnya 4 hari sekali spray. Penggunaan unsur kalsium “CAL-HA” juga perlu diberikan, terutama dimusim penghujan. Penyemprotan unsur kalsium berfungsi sebagai memperkuat sistem jaringan tanaman. Ketika jaringan tanamannya kuat, tanaman kedepannya akan sehat terhindar dari patogen penyakit.
Bisa kita simpulkan, budidaya tanaman pare sebaiknya memperhatikan pola tanamnya. Terutama dimusim penghujan sebaiknya melakukan langkah antispasi tujuannya untuk mengurangi tingkat kelembapan. Air hujan biasanya bersifat masam, air yang mengguyur bisa membuat pH pada permukaan tanaman menurun. Sehingga ini bisa membuat peluang jamur tumbuh. Kiat-kiat yang bisa kita lakukan untuk mencegah kelembapan meningkat bisa dengan persiapan lahan dengan pembuatan bedengan yang tinggi, perempelan dan pembuatan para-para. Serta dalam memaksimalkan kualitas dan kuantitas buah serta periode panen yang lama adalah dengan pemberian nutrisi berupa unsur phospat,kalium, dan boron. Analoginya dalam satu keluarga terdapat 5 anak, pembagian makanan yang paling banyak ada pada anak kesatu sampai ketiga, sedangkan anak keempat dan kelima mendapatkan porsi sedikit. Tentu dari gestur atau bentuk tubuh akan terlihat berbeda, begitu sebaliknya dengan tanaman. Semakin banyak nutrisi akan semakin baik. Langkah terakhir adalah dengan memperkuat jaringan tanaman dengan unsur kalsium. Semakin kuat tanaman juga akan membuat tanaman menjadi lebih sehat. Pada akhirnya tanaman terhindar dari penyakit dan mendapatkan hasil panen yang memuaskan.
Demikian artikel ini kami buat, semoga bisa menjadi inspirasi bagi sahabat petani semua. Tetap semangat, kurangi sambat! Lengkapnya akan kami tayangkan disini.